Pandan and Banana Cake

Hari senin adalah hari libur saya. Biasanya diawali dengan bangun siang. Sarapan, trus klayapan. Libur amaaa. Kalau pas di Shek O, ya sarapan seadanya. Kalau di St. Teresa, biasa cari sarapan yg sedikit beda. Libur amaaa.

Hari ini saya di Kowloon. Pagi hari janjian dengan seorang teman yg datang hendak berbagi video. Ternyata videonya gagal ditransfer. Ya sudah ngobrol2 saja lalu kami pergi berpisah jalan.

Langkah berikutnya cari sarapan. Lebih pasnya brunch. Breakfast and lunch, karena sudah jam 10. Kali ini pilihan jatuh pada kedai singapur. Menu yg terpilih, pandan cake 1, banana cake 1 dan  kopi hitam legam tanpa gula tanpa susu tanpa creamer. Yang dua potong manis, yg segentong pahit, ketika bercampur dimulut rasanya asyik.

Sengaja saya memilih roti pandan dan roti pisang sebagai menu sarapan. Yg pandan itu lembut dan wangi, yg pisang lebih padat dan berat. Karena hari ini saya hendak berkeliling, maka energi dari pisang yg terblender dalam roti sangat saya butuhkan. Yg pandan itu karena obat pengen belaka. Sedangkan kopi adalah mantra wajib ada dalam setiap sesi sarapan. Kopi hitam tanpa gula tanpa susu tanpa creamer. Kopi saja!

Rencana saya hari ini adalah window shopping. Kebetulan sedang ramai perkara #jaketjokowi. Saya ingin meramaikan suasana saja. Ndak ada yang penting sama sekali. Hanya mengisi day off sambil jalan-jalan cengengesan, dari toko ke toko tanpa membelinya.

Apakah saya tidak kepengen memilikinya? Hmmm sebenarnya kepengen. Tetapi saya tidak ingin membelinya, bahkan kalau ada yg membelikan, untuk saat ini saya akan menolaknya. Bukan untuk memilikinya saya berkeliling mencobanya. Tetapi hanya bersenang-senang saja. Mumpung nyoba jaket di mall masih gratis dan ndak dipisuhi penjualnya.

Saya tahu bahwa #jaketjokowi itu produk ZARA. Tetapi saya tidak ingin langsung menuju ke gerai Zara. Saya berkeliling di toko yg lain dulu.

Saya mulai dari Bossini, jaketnya lumayan berat karena bahannya kulit. Motifnya doreng tentara. Tentu saja karena jaket model bomber ini katanya diadopsi dari jaket yg dikenakan pilot pengebom pada perang dunia I. Maka disebut bomber.

Dari Bossini saya melangkah ke Giordano. Merk ini menjadi salah satu fav saya kalau mau cari celana pendek atau kaos tipis. Jaket bomber yg dikeluarkan Giordano ada yg untuk cowok dan ada yg untuk cewek. Karena jaket ini didesain untuk musim dingin maka agak tebal dari bahan parasut. Meski tebal terkesan ringan. Saya coba dan bergaya di depan kaca. Kok keren ya. Tapi saya segera melepaskannya karena takut lengket. Oh iya, Giordano juga menyediakan jumper, hmmm sweater yg bisa dipadankan dengan jaket bombernya. Tulisan2 pemberi semangat yg diukirkan di dada sepertinya menarik. Sudahlah, sebaiknya pergi saja. Bahaya kalau berlama-lama di sana.

Berikutnya saya menghampiri gerai E-Sprit. Model yg disajikannya cukup menarik. Tetapi saya nggak begitu cocok. Mungkin soal harga, atau apalah. Untuk produk jumper misalnya, di toko sebelah tadi menjual dua jumper dengan harga 390. Di sini hanya dapat satu. Lalu untuk produk jaket bomber sendiri tidak jauh berbeda. Yg mungkin membedakan adalah motif jahitan menyilang yg meninggalkan jejak kotak-kotak. Dan itu langsung menbuat saya kurang sreg. Okelah, pindah saja.

Toko berikutnya yg saya kunjungi adalah G-2000. Toko yg hampir tidak pernah saya masuki. Hanya karena saya melihat ada jaket bomber di dalamnya maka saya masuk. Penasaran ingin lihat label harganya. Dan senyum saya makin lebar. Hehehehe sewu luweh bossss. Maka agar tidak dicurigai, ganyanya pegang-pegang yg lain. Lalu crek poto dulu. Tetapi harus dikatakan jaketnya bagus. Bahan kulit tipis gitu, maka cocok menahan gempuran angin kalau pas bersepeda motor. Tetapi saya khan tidak bersepeda motor. Maka saya tinggalkan tokonya.

Lalu saya melihat ada 3 toko. UNIQLO, Baleno dan ZARA. Baiklah dimulai dari Baleno dulu. Dan dari semua jaket yang saya pegang, produk ini yg menurut saya paling tidak saya suka. Tentu saja sangat subjektif tetapi khan kita milih berdasar rasa. Maka saya tidak berlama-lama di sana.

Di Uniqlo saya sedikit kesulitan mencari jaket bomber. Gerai bagian laki-laki letaknya agak di belakang. Maka harus melewati gerai ibu-ibu dan gadis-gadis. Uniqlo menampilkan banyak model jaket, termasuk bomber. Jaketnya ringan banget dan harganya juga ringan banget. Saya sempat memakainya dan bergaya, tetapi tidak tergoda untuk membelinya. 

Toko terakhir yang saya masuki adalah ZARA. Sempat celinguk’an, di mana gerangan dia berada. Akhirnya berjumpa pula. Ada dua macam jaket bomber. Satu tipis satu tebal. Dan setelah membandingkan dengan jaket yg dipakai pak Jokowi, saya yakin yg dipakai adalah yg tipis. Jaketnya ringan banget. Dari seluruh jaket yg tadi saya coba, ini paling ringan. Sangat cocok untuk udara Indonesia, karena tidak akan kepanasan kalau mengenakannya. Kalau dipakai di Hong Kong, mungkin pas dipakai pas musim semi, di mana angin banyak berhembus, atau dinawal musim dingin di mana masih sriwing-sriwing. Kalau dipakai pada musim dingin sih kurang cocok. Kurang tebal. Saya sempat mencoba dan bergaya. Saya bilang, hmm keren juga ya. Lalu saya lepas kembali dan saya gantungkan lagi.

Rasanya puas, sudah mencobai semua jenis jaket bomber. Mungkin belum semua, tetapi sudah beberapa. Rasanya lega tanpa harus mebelinya. Kembali kalau ditanya, apa saya ndak pengen? Ya pengen sih. Tetapi khan kepengenan itu ndak harus selalu dilegakan dengan membelinya. Hal kedua, ada banyak hal yg mungkin lebih mendedak untuk dimiliki, daripada sekadar mengikuti trend. Kalau saja memakai jaket itu akan membuat saya langsung menjadi pribadi yg rendah hati, sederhana, pekerja keras, pemaaf; mungkin saya akan membelinya. Khan tidak juga. Maka, saya lepaskan jaket itu lalu keluar mall sambil berdendang.

Langkah berikutnya adalah mencari pisang goreng. Hahahahahaha saya sudah cukup lama nyidam, pisang goreng dengan membayangkan taburan keju coklat di atasnya. Saya tahu ini agak mustahil mendapatkannya. Mungkin pisang goreng akan ketemu, tetapi dengan taburan coklat dan keju? Hmmm itu hanya mimpi. Tetapi tidak semua mimpi harus digayui. Sebagian saja yg mungkin dipenuhi itu cukup untuk menghibur diri.

Ketika siang beranjak menuju sore, saya pulang ke kandang. Cepat sekali ya? Iyalah, karena masih ada pekerjaan di penghujung sore. Liburan hari ini ditutup dengan tidur siang yg panjang. Sepanjang mimpi saya semalam. Mimpi tidur tanpa terganggu kebisingan suara kendaraan dan proyek bangunan. Namanya juga mimpi.

Selamat pagi dan salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s