Nasi Campur

Catatan:

Gambar “nasi campur” ini bukanlah nasi campur seperti yg biasa dijumpai di warung-warung. Ini hanyalah lauk makan malam saya yg saya campur menjadi satu, ada sayur, ada lodeh, ada tahu, nasinya nggak difoto.Sahabat, saya tidak tahu apakah di kota Anda memiliki warung yang menyajikan menu “Nasi Campur”. Saya kok yakin seyakin-yakinnya, bahwa jenis menu ini cukup menusantara. Maka saya yakin pasti menu itu ada.

Apa isi menu “nasi campur”? Dengan nama “campur” sudah menunjukkan bahwa dia beragam, tidak tunggal. Ada beberapa jenis makanan yg tertuang dan tersaji jadi satu.

Ketika saya masih SMA dan tinggal di asrama, maka tidak memiliki banyak pengalaman jajan di warung. Dari sedikit pengalaman itu, beberapa kali menu yang saya jajal adalah “nasi campur”. Gampang menyebutnya, cepat menyajikannya. Maka cocok dipilih saat lapar.

Sejauh saya ingat, isi dari nasi campur adalah; nasi putih, ditimpa sayur lodeh, sedikit sayur, terkadang ada mie goreng atau sambal goreng kentang campur hati rempela, kemudian disiram dengan sambal pecel. Sebagai lauk bisa diberikan ayam goreng, atau tempe goreng, atau apa saja yang digoreng yang disiapkan.

Namanya saja “campur” amat sulit memberi identifikasi yang jelas, karena sebenarnya masing-masing komponen bisa berdiri sendiri.

Misalnya sayur lodeh, dia bisa berdiri sendiri sebagai menu. Bahkan banyak orang sudah puas dengan menyantap nasi putih dan semangkuk sayur lodeh, sesendok sambal terasi dan kerupuk. Atau kalau beruntung diberi tempe goreng.

Demikian halnya dengan pecel, dia jelas bisa berdiri sendiri dan ini sudah terbukti. banyak tersebar warung-warung pecel yang tersohor, hanya menjual  nasi pecel. Pernah suatu ketika di Salatiga, saya menyusuri gang-gang kota hanya untuk menemukan warung pecel yang usia warungnya sudah memasuki generasi ketiga. Dan lain-lain bisa ditambahkan sendiri.

Jujur saya katakan bahwa ketika memesan menu “nasi campur”, saya tidak hanya ingin menikmati enaknya pecel, gurihnya ayam goreng, lezatnya lodeh, maknyosnya sambel; tidak. Bahkan bisa jadi Karena saya tidak tahu ingin menikmati apa. Dan yg paling gampang disebut adalah “nasi campur”.

Kalau tidak percaya tanyalah orang-orang di kampong yang biasa makan di warung tentu yang biasa memesan nasi campur. Tanyakan, “mengapa Anda memesan nasi campur? Mengapa tidak memesan nasi pecel saja, atau nasi lodeh saja, atau nasi ayam goreng saja, atau nasi dengan sambal saja misalnya?” Dan mereka akan menjawab, “ndak tahu mas. Yang gampang ya nasi campur.”

Anda masih bisa bertanya, “bukankah rasanya akan campur-campur, antara pecel, mie goreng, lodeh, sambal, dll, apa tidak ingin menikmati satu saja.” Dan mereka akan menjawab, “ya terserah saya tho Mas, mau menikmati satu atau dua, toh di perut akan campur. Dan lagi, saya yang makan kok sampeyan yang rebut. …” Hahahaha, yang terakhir ini saya yakin tidak akan terungkap dengan jelas, paling hanya di hati saja diungkapkan.

Lalu mengapa saya haru menguar soal “nasi campur” ini. Karena begitulah hidup saya ini. Ingat, “hidup saya”, bukan hidup kalian, apalagi hidup mereka! Saya ulangi, karena begitulah hidup saya ini. Jarang sekali sesuatu terjadi dalam urutan antri. Seringkali semuanya terjadi dalam campuran yang bahkan tak jelas mana awal mana akhir. Semuanya datang bergulung seperti ombak di pantai Stanley yang tak kunjung selesai bergulung walau kau tunggu sewindu lamanya.

Demikian juga dengan rasa hati ini. Kerap kali dibanjiri aneka rasa yang bergelut dan saling membeliat menjadi satu. Meski demikian, meski bercampur aduk tidak karuan, dengan perlahan masih bisa diketahui, pedas ini dari lodeh atau dari sambal pecel, apakah asin ini dari mie goreng apa tempe goreng, dan seterusnya. Dan pada akhirnya, semua harus diterima sebagai paduan yang menyesapkan kenikmatan.

Salam.

Advertisements

2 thoughts on “Nasi Campur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s